Berapa Harga Pompa Air Tenaga Surya di Blitar dan Faktor Penentunya?
Permintaan terhadap pompa air tenaga surya Blitar semakin meningkat, terutama setelah banyak petani dan pemerintah desa melihat efektivitas sistem DBSN dalam menyediakan air bersih dan irigasi yang stabil. Namun, salah satu kendala yang sering muncul di lapangan adalah kurangnya transparansi harga dari beberapa vendor lokal. Banyak pihak menjual produk tanpa perhitungan teknis yang jelas, sehingga proyek sering kali tidak efisien atau bahkan gagal setelah beberapa bulan.
Untuk menghindari hal tersebut, DBSN menerapkan sistem penentuan harga yang transparan dan terukur berdasarkan kondisi lapangan. Harga tidak bisa disamaratakan karena setiap lokasi memiliki kedalaman sumber air, debit, dan kapasitas pompa yang berbeda. Perhitungan DBSN disesuaikan agar pengguna membayar sesuai kebutuhan aktual, bukan perkiraan yang berlebihan.
“Menentukan harga pompa air tenaga surya harus melalui survei dan desain teknis. Tanpa data kedalaman air, intensitas matahari, dan kapasitas yang dibutuhkan, angka harga hanya spekulatif,”
— Ir. Wahyudi Santoso, Praktisi Energi Terbarukan Jawa Timur.
Faktor yang Menentukan Harga Pompa Air Tenaga Surya DBSN
Harga sistem pompa air tenaga surya Blitar bergantung pada beberapa faktor teknis dan desain, di antaranya:
-
Kapasitas Pompa (HP atau liter/jam): Semakin besar kebutuhan air, semakin tinggi kapasitas pompa dan panel surya yang dibutuhkan.
-
Kedalaman Sumber Air: Sumur dangkal bisa menggunakan sistem surface, sedangkan sumur dalam membutuhkan submersible pump dengan tekanan lebih tinggi.
-
Luas Area dan Kebutuhan Irigasi: Untuk lahan 1 hektar tentu berbeda dengan proyek BUMDes yang melayani ratusan rumah.
-
Jenis Panel Surya dan Teknologi MPPT: DBSN menggunakan panel premium bersertifikasi SNI dan TKDN untuk efisiensi di atas 20%.
-
Kebutuhan Tambahan Sistem Hybrid: Jika pengguna ingin pompa tetap beroperasi malam hari, diperlukan baterai atau backup genset.
Perbedaan inilah yang membuat DBSN menekankan transparansi harga berdasarkan survei lokasi dan kebutuhan debit air. Sistem berbasis data ini memastikan setiap pelanggan mendapat solusi efisien tanpa pemborosan investasi.
Estimasi Harga untuk Rumah Tangga, Pertanian, dan BUMDes
Berdasarkan pengalaman DBSN di berbagai proyek di Jawa Timur, berikut estimasi biaya yang umum digunakan:
-
Rumah Tangga / UMKM Kecil
-
Kapasitas: 0.5–1 HP
-
Panel: 400–800 Wp
-
Harga kisaran: Rp15 juta – Rp25 juta
-
Cocok untuk kebutuhan air bersih rumah, kolam ikan, atau usaha kecil.
-
-
Pertanian Skala Menengah
-
Kapasitas: 1.5–3 HP
-
Panel: 1200–2500 Wp
-
Harga kisaran: Rp35 juta – Rp70 juta
-
Ideal untuk irigasi sawah 1–2 hektar, kebun, atau ladang hortikultura.
-
-
Proyek Desa / BUMDes / Pemerintah
-
Kapasitas: 5 HP ke atas
-
Panel: 4000–8000 Wp
-
Harga kisaran: Rp90 juta – Rp250 juta
-
Didesain untuk suplai air bersih desa, irigasi besar, dan sistem distribusi komunitas.
-
Dengan sistem modular, DBSN memungkinkan penambahan panel atau kapasitas pompa tanpa mengganti unit utama, sehingga investasi tetap efisien untuk jangka panjang.
Dari sudut pandang efisiensi, sistem DBSN bukan hanya soal harga, tetapi soal nilai investasi jangka panjang. Ketika biaya BBM terus meningkat dan listrik PLN tidak stabil di daerah pedesaan, sistem solar pumping menawarkan penghematan hingga 70% dalam 2 tahun pertama. Ini bukan sekadar alat, melainkan langkah strategis menuju kemandirian energi pedesaan di Blitar.
Skema Pembiayaan & Dukungan KUR Hijau
Untuk memperluas adopsi teknologi energi bersih, pemerintah melalui bank-bank penyalur kini menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Hijau bagi petani, koperasi, dan BUMDes. Skema ini sangat cocok untuk pembiayaan proyek pompa air tenaga surya DBSN, karena didukung dengan bunga rendah dan tenor panjang.
Beberapa poin penting dalam skema pembiayaan:
-
Pendanaan hingga 90% nilai proyek dengan tenor hingga 5 tahun.
-
Bunga ringan dan syarat mudah bagi petani dan kelompok usaha kecil.
-
Pendampingan teknis dari DBSN agar desain sistem sesuai standar.
-
Fleksibilitas pembayaran berdasarkan musim panen atau hasil usaha desa.
Selain itu, DBSN juga menyediakan opsi pengadaan melalui e-Catalogue LKPP untuk proyek pemerintah, serta kerja sama CSR bagi BUMN yang ingin mendukung transisi energi hijau di sektor pertanian.
Sebagai pengamat proyek EBT, langkah-langkah seperti KUR Hijau dan skema CSR terbukti mempercepat transformasi pertanian di Blitar. Dengan kombinasi kebijakan dan teknologi, masyarakat desa kini tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan energi terbarukan.
Dukungan Pemerintah & Program Energi Terbarukan di Blitar
Salah satu alasan pesatnya pertumbuhan sistem pompa air tenaga surya Blitar adalah dukungan kuat dari pemerintah daerah dan kementerian terkait. Ketergantungan terhadap BBM dan listrik subsidi mendorong banyak pihak beralih ke energi bersih yang lebih efisien. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga aktif mendorong proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui kolaborasi antara Dinas ESDM, PUPR, dan Kementerian Pertanian.
Program ini tidak hanya fokus pada penghematan energi, tetapi juga memperkuat ketahanan air dan pangan. Dalam konteks Blitar yang agraris, pompa tenaga surya menjadi solusi ideal untuk mengurangi beban listrik PLN sekaligus meningkatkan produksi pertanian.
“EBT adalah masa depan sistem pertanian Indonesia. Teknologi solar pump mampu menghemat biaya irigasi, mempercepat distribusi air, dan menjaga produktivitas pertanian di musim kemarau,”
— Ir. Heni Kurnia, Kepala Bidang EBT Dinas ESDM Jawa Timur.
Proyek Air Bersih dan Irigasi Solar di Blitar
Beberapa proyek percontohan DBSN di Blitar telah menunjukkan hasil nyata:
-
Proyek Desa Tugu (Blitar Selatan): Menyediakan air bersih untuk 150 rumah menggunakan pompa submersible tenaga surya 5 HP.
-
Program Irigasi Sawah di Kecamatan Wlingi: Menggunakan pompa surface solar DBSN untuk lahan hortikultura 2 hektar.
-
CSR PLN Peduli: Instalasi sistem hybrid solar pump untuk membantu desa tanpa jaringan listrik PLN.
Proyek-proyek tersebut tidak hanya meningkatkan ketersediaan air, tetapi juga membuktikan bahwa energi surya bisa diandalkan sepanjang tahun di daerah tropis seperti Blitar. Dengan perawatan minimal dan daya tahan tinggi, sistem DBSN membantu pemerintah menghemat anggaran jangka panjang.
Kolaborasi PUPR, Kementan, dan BUMDes
Keberhasilan proyek energi surya di Blitar tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor. Kementerian PUPR mendukung melalui program air bersih desa, Kementerian Pertanian melalui irigasi hemat energi, dan BUMDes berperan sebagai pengelola sistem di lapangan. DBSN menjadi mitra teknis yang memastikan kualitas instalasi dan pelatihan operator lokal.
Kolaborasi ini menghasilkan dampak berlapis:
-
Ketersediaan air sepanjang tahun tanpa tergantung musim.
-
Efisiensi pengeluaran pemerintah desa.
-
Peningkatan pendapatan petani hingga 25%.
-
Dukungan nyata terhadap target EBT nasional 23% pada 2025.
Sebagai bentuk keberlanjutan, DBSN juga menyediakan pelatihan operasional dan pemeliharaan rutin agar masyarakat mampu mengelola sistem mandiri tanpa ketergantungan teknisi luar.
Transformasi energi di Blitar bukan hanya simbol perubahan, melainkan momentum besar menuju desa mandiri air dan energi. Dengan komitmen pemerintah dan teknologi DBSN yang terbukti efisien, pompa air tenaga surya Blitar menjadi pondasi kuat bagi pertanian masa depan yang berkelanjutan.
? Konsultasikan proyek pompa air tenaga surya DBSN untuk wilayah Anda.
DBSN siap membantu Anda dari survei lokasi, desain teknis, hingga pelatihan operator — menghadirkan solusi air bersih dan irigasi berbasis energi matahari untuk Blitar yang lebih mandiri dan hijau.

Studi Kasus & Testimoni Keberhasilan di Jawa Timur
Perkembangan pompa air tenaga surya Blitar tak lepas dari berbagai keraguan awal masyarakat. Banyak pihak di lapangan masih mempertanyakan keandalan sistem solar pump dalam jangka panjang — apakah bisa bekerja stabil di musim hujan, apakah cukup kuat untuk lahan luas, dan bagaimana dengan perawatannya?
DBSN (Daya Berkah Sentosa Nusantara) menjawab semua keraguan itu bukan dengan janji, tetapi melalui bukti nyata di lapangan. Sejumlah proyek di Blitar dan Nganjuk menjadi contoh keberhasilan implementasi energi surya yang efisien dan berkelanjutan.
Sistem DBSN tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung: penghematan biaya energi, peningkatan hasil panen, dan kemandirian air di desa.
“Setelah satu tahun evaluasi, pompa air tenaga surya DBSN menunjukkan efisiensi yang stabil, bahkan di area dengan intensitas matahari fluktuatif. Ini menandakan teknologi solar pump sudah matang dan layak menjadi solusi nasional,”
— Ir. Haryono Prasetyo, M.Eng., Dosen Teknik Energi Surya Universitas Brawijaya.
Testimoni Dinas Pertanian Blitar
Salah satu proyek paling berhasil adalah instalasi sistem pompa air tenaga surya di Kecamatan Wlingi dan Selopuro, Blitar Selatan. Proyek ini dijalankan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Blitar bekerja sama dengan DBSN sebagai mitra teknis utama.
Pompa submersible tenaga surya berkapasitas 5 HP digunakan untuk irigasi lahan sawah seluas 15 hektar, menggantikan sistem diesel konvensional. Dalam waktu singkat, para petani merasakan perubahan besar.
“Sebelumnya, biaya solar bisa mencapai Rp1,5 juta per minggu. Sekarang, setelah beralih ke sistem tenaga surya DBSN, pengeluaran turun drastis. Air tetap mengalir meski cuaca tidak terlalu cerah,”
— Ir. Haryanto, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Kabupaten Blitar.
Selain menghemat biaya, sistem solar pump DBSN juga beroperasi secara otomatis dengan sensor level air. Ketika tangki penuh, sistem akan berhenti sendiri, sehingga tidak ada pemborosan energi maupun air. Bagi petani, fitur ini sangat membantu dalam menjaga efisiensi sumber daya tanpa pengawasan intensif.
Bukti keberhasilan ini menjadi titik balik bagi pemerintah daerah Blitar dalam mengadopsi teknologi solar untuk irigasi pertanian. Bahkan, beberapa BUMDes kini telah mengajukan proposal replikasi proyek serupa melalui skema KUR Hijau dan CSR perusahaan BUMN.
Efisiensi Energi & Hasil Panen Meningkat 25%
Dari hasil evaluasi lapangan oleh tim DBSN dan Dinas Pertanian Blitar, data menunjukkan bahwa penerapan pompa tenaga surya tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Hasil pengamatan selama satu tahun:
-
Biaya energi berkurang hingga 70%.
-
Efisiensi penggunaan air meningkat 30%.
-
Hasil panen padi dan hortikultura naik rata-rata 25% per musim.
-
Sistem beroperasi hingga 10 jam per hari tanpa gangguan.
Dari sisi sosial, petani merasa lebih tenang karena tidak lagi tergantung pada ketersediaan BBM atau PLN. Mereka bisa mengatur jadwal tanam dan irigasi secara mandiri.
Dari perspektif lapangan, proyek DBSN di Blitar dan Nganjuk menunjukkan bahwa teknologi solar pump bukan hanya soal penghematan energi, tetapi juga perubahan pola produksi pertanian secara menyeluruh.
Ketika irigasi menjadi efisien dan biaya ditekan, petani memiliki modal lebih besar untuk mengembangkan kualitas hasil tani. Dampak berantai ini menguatkan ekonomi desa dan mempercepat pencapaian desa mandiri energi dan pangan.
Cara Mendapatkan Penawaran Resmi Pompa Air Tenaga Surya DBSN di Blitar
Salah satu kendala utama dalam pengadaan sistem pompa tenaga surya adalah banyaknya vendor tidak kredibel yang menawarkan produk murah tanpa dukungan teknis. Akibatnya, banyak proyek gagal atau tidak beroperasi optimal karena salah perhitungan kapasitas atau komponen tidak sesuai standar.
Untuk menghindari risiko tersebut, DBSN menerapkan sistem layanan profesional berbasis analisis teknis, survei lapangan, dan desain sistem kustom. Semua proyek dimulai dengan proses asesmen menyeluruh untuk memastikan efisiensi dan keandalan sistem jangka panjang.
“Dalam proyek energi surya, kesalahan kecil dalam desain bisa menyebabkan kegagalan besar. Karena itu, survei dan pemetaan awal menjadi langkah paling krusial sebelum instalasi,”
— Dr. F. Arif Setiawan, Peneliti Energi Baru Terbarukan BRIN.
Dokumen Teknis yang Dibutuhkan
Untuk pengajuan penawaran resmi sistem pompa air tenaga surya Blitar, DBSN membutuhkan beberapa dokumen dasar agar perhitungan kapasitas bisa akurat:
-
Data lokasi dan koordinat GPS
-
Kedalaman dan debit sumber air (sumur atau sungai)
-
Kebutuhan debit air per hari (liter/jam)
-
Peta atau denah lahan pertanian/desa
-
Surat pengajuan resmi atau proposal proyek (untuk instansi dan BUMDes)
Berdasarkan data tersebut, DBSN akan menyiapkan desain teknis lengkap, termasuk konfigurasi panel surya, tipe pompa (submersible/surface), dan sistem kontrol otomatis.
Proses Instalasi & Pelatihan Operator Lokal
Setelah desain disetujui, DBSN melakukan instalasi sistem dengan tahapan terstruktur:
-
Survei lapangan lanjutan dan pengukuran intensitas matahari.
-
Pemasangan panel surya dan struktur penyangga.
-
Instalasi pompa dan pengujian debit air.
-
Integrasi sistem kontrol MPPT dan sensor otomatis.
-
Pelatihan operator lokal (BUMDes/petani).
Pelatihan menjadi bagian penting dari setiap proyek DBSN. Operator desa diajarkan cara menjalankan sistem, melakukan perawatan rutin, dan memantau performa melalui sistem monitoring digital. Dengan begitu, masyarakat bisa mengelola sistem secara mandiri tanpa ketergantungan teknisi luar daerah.
Sebagai pengamat energi lokal, saya menilai sistem pelatihan ini sebagai kunci keberhasilan DBSN. Mereka tidak hanya menjual produk, tapi juga membangun ekosistem energi mandiri di tingkat desa. Dengan transfer pengetahuan, teknologi ini tidak berhenti di proyek, melainkan terus berkembang di tangan masyarakat sendiri.
? Hubungi DBSN untuk survei lokasi & demo sistem solar pump.
Tim DBSN siap membantu mulai dari perencanaan, survei lokasi, hingga implementasi sistem yang efisien dan berkelanjutan di seluruh wilayah Blitar dan Jawa Timur.

Tren dan Masa Depan Energi Surya di Blitar
Tantangan besar Blitar ke depan adalah menjaga ketersediaan air di tengah peningkatan kebutuhan pangan dan perubahan iklim. Wilayah pertanian semakin bergantung pada sistem irigasi yang efisien, namun sumber air mulai menurun dan biaya energi terus meningkat. Dalam konteks ini, pompa air tenaga surya Blitar memainkan peran strategis sebagai solusi adaptif dan ramah lingkungan.
Dengan potensi sinar matahari rata-rata lebih dari 5 kWh/m² per hari, Blitar memiliki kapasitas besar untuk memperluas jaringan irigasi tenaga surya berbasis teknologi modern. DBSN telah mengembangkan konsep smart irrigation, yang menggabungkan pompa tenaga surya dengan sensor kelembapan tanah dan sistem otomatisasi digital.
“Integrasi teknologi digital dan solar pumping akan menjadi tonggak pertanian cerdas di masa depan. Dengan sistem berbasis data, penggunaan air bisa diatur lebih efisien tanpa pemborosan,”
— Ir. Dimas Nugroho, M.T., Pakar Smart Agriculture ITS Surabaya.
Potensi Desa Mandiri Energi di Blitar
Banyak desa di Blitar kini mulai bertransformasi menjadi Desa Mandiri Energi, terutama setelah suksesnya program solar pump DBSN. Desa seperti Wates, Gandusari, dan Kesamben kini mampu memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi secara independen, bahkan menjual kelebihan pasokan air ke desa tetangga.
Keuntungan sistem ini antara lain:
-
Biaya operasional nol, karena energi berasal dari matahari.
-
Kapasitas bisa dikembangkan, cukup dengan menambah panel surya.
-
Mendukung program pemerintah EBT 23% pada 2025.
-
Memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan air dan energi secara mandiri.
Bagaimana DBSN Berperan dalam Roadmap EBT 2030
Sebagai pelopor sistem pompa tenaga surya di Jawa Timur, DBSN terus berinovasi mendukung roadmap Energi Baru Terbarukan 2030. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga kolaborasi strategis dengan pemerintah, BUMDes, dan lembaga CSR untuk memperluas akses teknologi surya hingga ke pelosok.
DBSN juga aktif dalam edukasi publik, seminar teknis, serta pelatihan tenaga kerja lokal di bidang energi bersih. Upaya ini memperkuat fondasi keberlanjutan teknologi solar di daerah seperti Blitar, menjadikannya model ideal untuk ekspansi nasional.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan pemerintah, masa depan pompa air tenaga surya Blitar terlihat semakin cerah — menciptakan ekosistem pertanian hijau yang efisien, produktif, dan mandiri energi untuk generasi berikutnya.
FAQ – Pompa Air Tenaga Surya Blitar (People Also Ask)
1. Berapa harga pompa air tenaga surya di Blitar?
Harga pompa air tenaga surya Blitar sangat bervariasi tergantung kapasitas, kedalaman sumber air, dan kebutuhan debit harian. Untuk rumah tangga, harga mulai dari Rp15–25 juta, sedangkan untuk proyek pertanian dan BUMDes berkisar Rp35–250 juta. DBSN menawarkan sistem berbasis survei lapangan agar biaya sesuai dengan kebutuhan sebenarnya dan efisiensi maksimal.
2. Apakah pompa air tenaga surya DBSN bisa digunakan di daerah tanpa listrik PLN?
Bisa. Sistem DBSN dirancang off-grid, sehingga dapat beroperasi sepenuhnya menggunakan energi matahari tanpa membutuhkan pasokan listrik dari PLN. Panel surya menyuplai daya langsung ke pompa, dan sistem kontrol otomatis akan mengatur aliran air berdasarkan kebutuhan. Cocok untuk desa-desa terpencil di wilayah Blitar selatan yang belum memiliki jaringan listrik stabil.
3. Apa keunggulan pompa air tenaga surya DBSN dibanding pompa diesel?
Pompa tenaga surya DBSN memiliki banyak keunggulan:
-
Tanpa bahan bakar dan tanpa biaya listrik.
-
Efisiensi energi hingga 70%.
-
Bebas emisi, tidak berisik, dan ramah lingkungan.
-
Garansi 2 tahun dan layanan purna jual di Jawa Timur.
-
Teknologi MPPT dan motor Lorentz Jerman yang meningkatkan performa dan daya tahan.
Berbeda dengan pompa diesel yang boros bahan bakar dan sering rusak karena getaran dan panas berlebih.
4. Apakah pompa air tenaga surya DBSN cocok untuk pertanian di Blitar?
Sangat cocok. Wilayah Blitar yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun membuat sistem pompa DBSN bekerja optimal. Banyak kelompok tani di Wlingi, Gandusari, dan Selopuro telah menggunakan sistem ini untuk irigasi sawah dan kebun hortikultura dengan hasil panen meningkat hingga 25% per musim tanam.
5. Bagaimana cara kerja sistem MPPT pada pompa tenaga surya?
MPPT (Maximum Power Point Tracking) berfungsi mengoptimalkan daya yang dihasilkan panel surya agar sesuai dengan kebutuhan pompa. Sistem ini menyesuaikan tegangan dan arus listrik secara otomatis mengikuti perubahan intensitas sinar matahari. Hasilnya, pompa tetap beroperasi stabil meski cuaca mendung atau matahari tidak terlalu terik.
6. Apakah ada bantuan atau pembiayaan untuk pompa air tenaga surya di Blitar?
Ya. Pemerintah menyediakan KUR Hijau untuk pembiayaan proyek energi terbarukan, termasuk pompa tenaga surya DBSN. Skema ini memberikan pendanaan hingga 90% dari nilai proyek, bunga rendah, dan tenor hingga 5 tahun. Selain itu, DBSN juga bekerja sama dengan program CSR BUMN dan pemerintah daerah untuk memperluas akses sistem energi bersih di desa-desa Blitar.
7. Apakah pompa air tenaga surya DBSN bisa digunakan saat malam hari?
Bisa, dengan tambahan sistem hybrid yang dilengkapi baterai lithium atau genset cadangan. Energi yang disimpan di siang hari digunakan untuk menjalankan pompa pada malam hari atau saat cuaca mendung. Sistem ini sangat ideal untuk desa yang membutuhkan suplai air terus-menerus, seperti proyek air bersih atau peternakan.
8. Berapa lama waktu pemasangan pompa air tenaga surya DBSN?
Rata-rata waktu pemasangan sistem DBSN adalah 3–7 hari kerja, tergantung skala proyek dan kondisi medan. Prosesnya mencakup survei lokasi, pemasangan panel surya, instalasi pompa, dan pengujian sistem. Setelah itu, DBSN memberikan pelatihan operator lokal agar desa atau kelompok tani dapat mengoperasikan sistem secara mandiri.
9. Apakah pompa air tenaga surya cocok untuk proyek air bersih desa di Blitar?
Sangat cocok. DBSN telah mengimplementasikan banyak proyek air bersih berbasis energi surya di Jawa Timur, termasuk di Kecamatan Wates dan Kademangan, Blitar. Sistem ini dapat menyuplai air bersih untuk 100–300 rumah tanpa biaya listrik bulanan. Solusi ini sangat ideal untuk program PUPR, BUMDes, dan CSR perusahaan energi.
10. Bagaimana cara mendapatkan penawaran resmi dari DBSN?
Untuk mendapatkan penawaran resmi pompa air tenaga surya Blitar, cukup hubungi tim DBSN melalui situs web atau kontak layanan proyek. Prosesnya meliputi:
-
Konsultasi kebutuhan air dan energi.
-
Survei lokasi dan desain sistem.
-
Penawaran teknis dan harga transparan.
-
Instalasi serta pelatihan operator lokal.
? Ingin tahu sistem mana yang paling efisien untuk proyek Anda di Blitar?
? Hubungi DBSN hari ini untuk konsultasi gratis, survei lokasi, dan demo langsung sistem pompa air tenaga surya Blitar!
Tingkatkan efisiensi irigasi dan wujudkan desa mandiri energi bersama DBSN.

